Rejeki……

Standard

“menunggu adalah pekerjaan yang membutuhkan pengertian, mengerti bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya”

kalimat ini makna nya banyaakkk banget. ga cuman banyak tp luas karena bisa dipake dalam segala aspek kehidupan (apaa to maksud sebenernya :p)

jadi…sebenernya saya sedang mendengarkan banyaaakkk banget keluhan, curhatan dan ada juga pengalaman sendiri. urusannya sih cuma transfer mentrasfer dan urusan kekurangan pembayaran yg bukaan jumlah besar. tapi lagi-lagi ga semua orang laah, yg baik, sabar, bijak juga banyaaaaaakkkkk dalam menanggapi apapun yg dateng di kehidupan sehari-hari.

jadi….berawal dari kegiatan belanja Online dan atau bisnis konsinyasi. dari hubungan antara kedua belah pihak itulah akhirnya terjadi transaksi. lancar, tanpa masalah, kekeluargaan dan semua berjalan baik-baik saja di awal. sampai suatu ketika……ada masalah. bukan masalah ga bayar atau lari atau kabur atau tipu menipu sihhh, ga sejahat itu kok masalahnya. ketika tagihan dari salah satu kurang 250 rb dan atau 207 rb dan atau 115rb (sekitar itu yang saya dengar, angka dibelakang koma kira-kira lah ya. yang pasti tidak lebih dari 300rb) eeh ada yg sedang kena musibah, ada yg sedang anaknya sakit, ada yang perbank-an bermasalah (atm ketelen dan atau uang ke pending di dalem rekening dll lah intinya ada musibah aja). akhirnya….yg terkena musibah meminta maaf dengan mengatakan sebentar ya maaf kan lagi kena musibah atau sebentar ya nanti saya kabarin atau dengan bahasa lain yg pastinya sudah minta maaf. tapiiiii…..yang merasa punya uang ga mau tau tuh..(kenapa saya sampai bisa tau karena saya di kasih iat perbincangan mereka melalui sms dan atau bbm mereka). yang saya heran adalah ketika yang merasa punya uang bilang ” uang nya buat muter, jangan ditunda-tunda ya, pake uang lain dulu deh kalo nunggu ngurus ke bank kan lama jadi kamu talangin dulu aja jangan mengorbankan aku”

aduuh aduuhh…astagfirullah. emang sihhh saya taaauu sekali cari uang sendiri itu ga gampang, saya taauuu banget rasanya. saya tau uang itu muter kalo buat pembisnis. naah tapii ga bisa kah pake sedkit hati nurani, melibatkan mata hati..untuk lebih peka. kan sudah minta maaf, kan sudah menjelaskan kesusahannya. coba libatkan diri untuk berada di posisi yang sedang kesusahan deh, pasti kita ga mau kan ngalamin kaya gitu. ‘ya…tapi kan emang butuh banget, 250rb itu bisa buat imunisasi anak ku kan’ beneeerrr, benerrr banget. 250 itu besar, banyak banget nilai nya. tapi apa sebanding dengan marah-marah nya kamu sama temen. temen kan ga gampang nyarinya. sebanding dengan sebel yang kamu bawa-bawa setiap hari, belom kalo kamu curcol sama temen sambil ngomel-ngomel jelek tentang temen kamu itu. naah jadi seharian bawaanya negaiiiff mulu deh. ga enak banget kan. kenapa tidak ikhlas aja (bukan mengikhlaskan uang nya juga sih, tp kalo mau ikhlas sih malah lebih bagus). ikhlas kalau semua terjadi karena ijin-NYA. mungkin dari kasus ini kamu belajar sabar, belajar mengasah mata hati, belajar mengikhlaskan rupiah (yang notabene pasti bikin berantem), belajar mengerti kesusahan orang lain. atau…..mungkin begini lah cara TUHAN menegur kamu, mengingatkan kamu untuk berbuat kebaikan yang lebih banyak. bukankah lebih enak, karena kamu sudah diberi jalan oleh-NYA untuk bersedekah tanpa harus bingung kemana. bukan kah harusnya berterimakasih kepada-NYA karena kamu ‘dipaksa’ mengeluarkan sedekah yang mungkin kamu ga sengaja lupa akan perhitungan nya. jadi…..ga perlu meneror dengan mengirimkan sms/bbm tiap hari dengan kalimat mengkhawatirkan. ikhlas aja. kalo emang rejeki dan menjadi hak kamu pasti akan kembali. ALLAH yg lebih tau apa yang kamu butuhkan, ALLAH pasti mencukupkan semuanya. Rejeki ga akan pernah ketuker!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s