“orang tua tuh pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak nya”

Standard

*di sebuah perkumpulan keluarga besar*

wanita paruh baya menepuk bahu wanita 30th-an dan berkata “kapan nduk??? wis to sing penting mapan wae ga usah liya-layane” wanita 30th-an itu cuma tersenyum “doa nya aja budhe”

Wanita 30th-an itu. yang deket sih ada beberapa. orang tua nya selalu berpesan cari jodoh yang bener🙂 bener tuh katanya bibit bebet bobot, mapan, ga jelek-jelek amat, tanggungjawab. di bumbui kata “ibu cuma pengen yang terbaik buat kamu nduk”

saya sih sebenernya pengen tanya, tanggungjawab tuh yg gimana. kan baru kenal, baru deket lah istilahnya. darimana tau itu lelaki tanggungjawab atau tidak ya🙂

*di keluarga lain*

lelaki 30th an “pak, saya serius saya wanita itu, tolong bimbingannya sama danya ya pak biar lancar” tiba-tiba yang dipanggil bapak itu menjawab “ga tau kenapa bapak ga sreg sama prempuan itu, walaupun belom kenal tp perasaan bapak ga sreg aja, kamu nurut aja lah, bapak mau yang terbaik kok buat kamu ga ada maksud menghalangi”

kembali ke ulasan saya sebelumnya ; doa terbaik itu dari orang tua. lali kenapa orang tua tidak mau mendoakan yang baik-baik saja sih untuk anaknya. kenapa sih orang tua merasa dirinya paling bener, perasaannya paling peka dan merasa paling tau apa yg anak mereka butuhkan. kalo orang tua itu selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, sudahkah para orang tua itu mengajarkan bagaimana memantaskan diri untuk mendapat yang tebaik yang sesuai standart mereka.

well, jadi orang tua bijak yang menjadi teman curhat anak itu justru lebih menentramkan dari pada menjadi orang tua yang selalu merasa paling ampuh doa nya, jatohnya takabur kan ya kalo rang tua merasa dirinya paling “sakti”😉

lebih enak mana, melihat anak-anak bahagia dengan pilihannya serta menanggung segala resikonya atau melihat anak-anak yang masih sendiri karena “patuh” terhadap standart yang ditentukan. tanyakan pada diri sendiri, apakah sebagai orang tua sudah mengajarkan banyak kebaikan kepada anak-anak atau hanya menuntut anak-anak harus menjadi baik dengan sendirinya.

ketika anak menceritakan tentang cita-citanya, tentang kebinguangannya memilih program studi atau ketika menceritakan teman dekatnya, kenapa tidak sebagai orang tua dng bijak berkata “yuk kita berdoa bareng, ibu bantu dengan istikharah” insyallah………jadinya juga baik untuk semua. terbaik untuk orang tua dan pasti anak jg merasa support yang besar dari orangtuanya. Ajari anak-anak kita dl untuk menjadi pantas bagi standart kebanyakan orang tua, jangan hanya menuntut dulu tanpa “berkaca”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s